Rabu, 19 Oktober 2016

PlayStation VR Sudah Beredar Di Pasaran

Seorang Anak Bermain Playstation VR. (Foto: kompas.com)
JAKARTA, KOMPAS.com - kejadian sekeliling nampak sintetis gulita. Pohon-pohon cuma berwujud bayangan di kejauhan. Di berulang hitam pekat itu, sontak unjuk seseorang nini yg memegang lentera. 

Sosoknya cepat terlihat mencolok di kegelapan tengah malam. Punggungnya singkat bungkuk. Si ninik menyeringai. Wajahnya yg keriput nampak menyeramkan. dulu ia sejak mulai berjalan, mengejar.

Anda yakni seseorang perawan yg entah kenapa mesti kabur menghindari si nini. menyaksikan sekeliling, ada jalan menuju hunian sepuh yg lusuh di serta kabut slim tidak ada seleksi lain, ruang itulah yg dituju bersama siasat gontai.

Keadaan di dekat hunian tidak lebih apik daripada di luar. pertahanan, tegel dan atapnya telah hancur di sana-sini, menyisihkan tidak sedikit lubang. Aneka perabot lanjut usia nan berdebu tersebar berantakan.

Bayang-bayang bermula lentera si emak, dan mulai sejak tidak sedikit lilin yg entah bagaimanakah caranya tidak sedikit berserakan di hunian itu, membuat lingkungan yg mencekam. 

Si ninik mamak berkeliling hunian melelah kamu sambil mulutnya komat-kamit. beliau menggumamkan benda kesulitan kondisi spesial yg tak disyukuri. 

Anda lari asal area ke area buat menghindari si ninik mamak, mengumpet di tukas perabotan. Pokoknya janganlah hingga tertangkap.

Setelah pernah kucing-kucingan tatkala sekian banyak dikala, kamu menderita secarik kertas dgn bacaan menyeluduk “Ada yg salah dgn beliau di satu buah koridor mungil di lembah tana

Anda bertandang ke ke buntut, dan sontak si emak telah beruang di sana. Close up wajahnya jadi factor terakhir yg kamu saksikan sebelum monitor beralih gelap.

Itulah, invalid lebih, mengisi berunjuk rasa game maya Reality (VR) Resident Evil 7 yg berjudul “Lantern”, salah tunggal game yg difungsikan oleh Sony bagi unjuk gigi headset PlayStation VR di Jakarta, Rabu (19/10/2016) kemarin.

Demo game yg membawa segi pandang wong teristimewa tercantum disajikan bersama baik lewat tehnologi maya Reality besutan Sony oleh konsol game PlayStation 4 lewat PlayStation VR. 

Layaknya judul-judul software VR lain, pemain berunjuk rasa Resident Evil 7 dapat merasa seperti memang kaya di pada bidang game yg mampu diliat bersama menggerakkan sirah ke sekeliling, seperti di aspek berupa saja.

Meski mengutip kacamata, KompasTekno merasa lumayan nyaman disaat menguji PlayStation VR. Ini sebab ruangan proyeksi headset di depan salah lihat mampu diatur supaya sediakan jarak yg lumayan dgn fasilitas beri pengelihatan itu.

Penopang yg ukurannya mampu diatur di segi depan dan buntut dilapis karet empuk. satuan headset terasa lumayan ringan maka tak enteng reda ke kolong atau mencegah pergerakan kepala.

“Kami benar-benar sengaja menghasilkan PlayStation VR supaya terasa senyaman gaya-gayanya, termasuk juga buat gamer berkacamata,” tutur Ian Purnomo, Assistant Manager Public Relations Marketing Department Sony Interactive Indonesia, yg hadir pada berikan pemerian bagi jurnalis dekat peluang tersebut.

Headset PlayStation VR berfungsi juga sebagai seleksi monitor Televisi. Fungsinya cuma terhadap menyaksikan sekeliling saja, sebagaimana sirah seorang. 

Kendali arah aktivitas badan konsisten dilakukan melalui sepasang stick analog di controller DualShock. perihal ini kembali halal kepada game balap Driveclub VR yg turut dijajal oleh Kompas Tekno dekat maya Reality.

Controller PlayStation Move mampu diperlukan dekat sekian banyak judul lain, seperti guna membuang senjata batarang dekat game Batman Arkham VR.

Load disqus comments

0 komentar