Rabu, 04 Juli 2018

Tips Memilih Air Cooler Yang Tepat (Bagian 1)


Air Cooler merupakan salah satu solusi terbaik untuk tempat panas dan kering. Air cooler menjadi populer karena ekonomis dan ramah lingkungan. Namun dengan banyaknya pilihan yang ada di pasaran tentu saja membuat Anda sedikit bingung dalam menentukan pilihan. Banyak opsi dan fitur yang ditawarkan oleh produsen. Mari kita lihat bersama fitur apa saja yang penting sebelum membeli air cooler.

Beberapa Fitur Penting Air Cooler

Jika Anda sudah menetapkan jenis air cooler yang dibutuhkan, Anda perlu menentukan model yang sesuai dengan kebutuhan. Di bawah ini ada beberapa fitur yang bisa dipertimbangkan.

· Kapasitas Tangki Air

Air cooler menggunakan metode penguapan. Dengan metode ini, air diubah menjadi uap air, yang kemudian menurunkan temperatur udara dari kipas atau blower. Penting sekali untuk punya air cooler dengan tangki kapasitas besar. Semakin besar tangki semakin lama Anda bisa menggunakan air cooler tanpa harus mengisi ulang air. Anda perlu memilih air cooler yang sesuai dengan kebutuhan harian Anda. Jika ruangan Anda besar, maka diperlukan air cooler dengan kapasitas tangki yang lebih besar. Personal air cooler punya kapasitas tangki air sebesar 20 sampai 30 liter sementara desert air cooler punya kapasitas tangki air sebesar 31 sampai 50 liter.

· Airflow

Seperti AC, sangat penting untuk membeli air cooler yang sesuai dengan ukuran ruangan Anda. Aliran udara air cooler diukur dengan CFM (cubic feet per minute). CFM menunjukkan julah udara yang berputar dalam ruangan per menitnya. Anda bisa memilih ukuran air cooler yang tepat dengan menghitung CFM yang dibutuhkan untuk ruangan Anda. Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan ukuran ruangan dengan tinggi dan dibagi dua. Contohnya, jika ruangan Anda seluas 300 kaki persegi dengan tinggi langit-langit 10 kaki, maka CFM yang dibutuhkan adalah 1.500 (300 sq ft x 10 ft/2).

Aliran udara air cooler juga tergantung dari apakah alat ini menggunakan blower atau kipas. Kipas bisa membuat aliran udara bertekanan rendah dengan volume besar. Kipas biasanya dipakai di dalam air cooler yang lebih besar. Blower bisa menciptakan aliran udara bertekanan tinggi, inilah sebabnya mengapa blower dipakai di model air cooler yang lebih kecil. Jika Anda membeli air cooler, ingatlah untuk mencari model yang punya beberapa variasi kecepatan (speed settings). Ini membuat Anda bisa mengatur aliran udara dam temperatur lebih baik. Kebanyakan air cooler memiliki 3 kecepatan. Anda juga bisa mencari air cooler dengan automatic louver movement, yang membuat aliran udara bergerak ke semua arah dengan baik. Fitur ini sangat berguna untuk desert air cooler yang dipakai di ruangan besar.

· Alas Pendingin

Alas pendingin memiliki dampak langsung pada hasil pendinginan air cooler. Alas pendingin menyerap air dan mengizinkan udara melewatinya untuk didinginkan. Semakin tebal alas, semakin baik efeknya. Komponen ini biasanya dibuat dari aspen atau selulosa. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Aspen terbuat dari kikisan kayu dan fiber sintetis. Aspen lebih murah, membutuhkan perawatan lebih sering, dan memiliki usia pakai lebih pendek. Selulosa juga dikenal sebagai honeycomb, lebih tebal dari aspen, tidak membutuhkan banyak perawatan, dan memiliki usia pakai lebih panjang. Selulosa lebih mahal daripada aspen tapi lebih efisien.

Kesimpulan

Anda sudah membaca ringkasan panduan membeli air cooler yang akan membuat pilihan lebih baik. Sebelum Anda memilih model, pastikan Anda tahu tipe apa yang diinginkan berdasarkan keadaaan iklim dan ruangan Anda. Anda juga harus menetapkan kapasitas tangki yang ideal yang menawarkan pendinginan lebih baik tanpa memakan banyak tempat. Lanjutkan ke bagian 2 untuk informasi tambahan lainnya.




Load disqus comments

0 komentar